Drama Enam Gol dalam Laga Bali United vs Semen Padang FC
Laga panas tersaji pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/2026 yang mempertemukan tuan rumah Bali United melawan tim tamu Semen Padang FC. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (24/1/2026) sore berakhir dengan skor imbang 3-3. Duel ini tidak hanya sekadar berbagi poin, namun juga menyajikan drama menguras emosi pemain dan suporter.
Semen Padang FC yang datang sebagai tim tamu tampil mengejutkan sejak menit pertama. Tim kebanggaan Urang Awak ini menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah meski saat ini masih berjuang di papan bawah klasemen. Hasil imbang ini menjadi sinyal kuat kebangkitan Kabau Sirah pada putaran kedua liga.
Berikut adalah 7 fakta menarik yang mewarnai drama enam gol antara Bali United vs Semen Padang FC:
1. Dua Gol Cepat di Babak Pertama
Semen Padang FC memulai laga dengan intensitas sangat tinggi. Baru memasuki menit ke-5, publik tuan rumah langsung terdiam saat Angelo Meneses berhasil menjaringkan bola ke gawang Bali United. Manfaatkan kelengahan lini pertahanan Serdadu Tridatu, Meneses tampil klinis dalam penyelesaian akhir.
Kejutan tidak berhenti sampai di situ. Pada menit ke-12, situasi sepak pojok yang diambil oleh Kianz Froese berhasil disambut dengan sundulan terukur oleh Jaime Giraldo. Bola meluncur deras ke pojok gawang tanpa mampu diantisipasi kiper tuan rumah. Unggul 2-0 dalam waktu singkat membuat Semen Padang FC memegang kendali penuh permainan di paruh pertama.
2. Cedera Pemain Kunci Kabau Sirah
Momen sulit menghampiri Semen Padang FC saat memasuki babak kedua. Alih-alih mempertahankan keunggulan, mereka harus kehilangan tiga pemain penting sekaligus karena mengalami cedera di lapangan. Penjaga gawang utama, Rendy Oscario, harus ditarik keluar dan digantikan oleh Arthur Augusto.
Kehilangan Rendy disusul oleh cederanya dua pemain muda potensial, Firman Juliansyah dan Oropa. Kondisi ini membuat keseimbangan tim goyah. Pelatih Dejan Antonic terpaksa melakukan pergantian pemain bukan karena strategi, melainkan karena situasi darurat medis. Hal ini diakui Dejan sebagai titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.
3. Gol Perdana Jens Raven
Bali United yang tampil buruk di babak pertama mulai menemukan ritme permainan setelah turun minum. Harapan muncul melalui kaki striker muda mereka, Jens Raven. Pada menit ke-56, Jens Raven berhasil mencetak gol perdananya musim ini setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang Semen Padang FC.
Meskipun sukses memecah kebuntuan pribadi, Jens Raven mengaku tidak sepenuhnya bahagia. "Awalnya, soal gol saya, saya sangat senang akhirnya bisa mencetak gol pertama. Perasaan yang luar biasa bagi saya pribadi. Tapi kami bermain imbang dan saya ingin menang. Saya lebih memilih meraih tiga poin hari ini daripada sekadar mencetak gol," ungkap pemain asal Belanda tersebut.

4. Comeback Serdadu Tridatu
Setelah gol Jens Raven, mentalitas pemain Bali United meningkat drastis. Mereka mengurung pertahanan Semen Padang FC yang mulai pincang. Hasilnya, pada menit ke-69, Mirza Mustafic melepaskan tendangan jarak jauh yang membentur tiang sebelum masuk ke gawang. Skor berubah menjadi 2-2.
Euforia suporter Bali United semakin meledak ketika Thijmen Goppel berhasil mencetak gol ketiga bagi tuan rumah pada menit ke-75. Serangan balik cepat dari sisi kiri tidak mampu dibendung oleh barisan belakang Kabau Sirah. Dalam waktu kurang dari 20 menit, Bali United berhasil membalikkan keadaan menjadi 3-2.
5. Ripal Wahyudi Jadi Pahlawan
Tertinggal satu gol tidak membuat mental pemain Semen Padang FC jatuh. Mereka membuktikan daya juang tinggi yang menjadi ciri khas tim. Pada menit ke-78, pemain pengganti Ripal Wahyudi muncul sebagai pahlawan. Ia menyambar bola sapuan yang tidak sempurna dari pemain Bali United dengan tendangan first time dari luar kotak penalti.
Bola meluncur kencang ke sisi kanan gawang tanpa bisa dijangkau kiper Mike Hauptmeijer. Gol spektakuler ini langsung mengubah skor menjadi 3-3. Gol Ripal memastikan Semen Padang FC tidak pulang dengan tangan hampa dari Bali dan menjaga peluang tim di awal putaran kedua ini.
6. Kontroversi Dua Gol Dianulir Wasit
Pertandingan ini menyisakan catatan merah bagi kepemimpinan wasit di mata kubu tamu. Semen Padang FC sebenarnya sempat mencetak dua gol tambahan di babak kedua melalui skema bola mati dan aksi individu Angelo Meneses. Namun, kedua gol tersebut dianulir oleh wasit dengan alasan offside dan pelanggaran terlebih dahulu.
Pelatih Dejan Antonic tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. "Kita cetak dua gol di babak kedua tapi dianulir. Sedikit lucu, tapi inilah sepak bola," ujar Dejan dengan nada kecewa. Menurutnya, jika gol-gol tersebut sah, hasil pertandingan mungkin akan jauh berbeda untuk keunggulan timnya.

7. Kritik Johnny Jansen
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, memberikan kritik sangat pedas kepada timnya sendiri usai laga. Ia menilai 30 menit pertama adalah performa terburuk timnya sepanjang musim. Menurut Jansen, masalah utama bukan pada taktik, melainkan pada mentalitas pemain yang seolah kehilangan gairah di awal laga.
"Hasil ini tidak bagus. Kami memulai dengan sangat buruk. Apakah kami mau berduel memperebutkan bola? Kami tidak melakukannya di awal. Ini semua tentang mentalitas," tegas Jansen. Sebaliknya, Dejan Antonic tetap bangga pada anak asuhnya. "Jangan lupa, kita tim pertama yang bisa mencetak tiga gol ke gawang Bali United dalam beberapa pertandingan terakhir mereka. Babak pertama kita main fantastik," kata Dejan.
Saat ini, Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-16 klasemen sementara dengan total 11 poin. Meskipun masih berada di zona merah, performa agresif yang mereka tunjukkan menjadi modal positif. Tim direncanakan tetap tinggal di Bali untuk proses pemulihan sebelum melanjutkan perjalanan laga tandang menghadapi PSM Makassar.
0 Response to "7 Fakta Menarik: Dua Gol Dianulir, Cedera, dan Drama Enam Gol Bali United vs Semen Padang FC"
Posting Komentar