Kapolres Cilegon Buka Suara Soal Dugaan Pembunuhan Anak H Maman dari Keluarga

Kapolres Cilegon Buka Suara Soal Dugaan Pembunuhan Anak H Maman dari Keluarga

Kasus Pembunuhan Bocah 9 Tahun di Cilegon Masih dalam Penyelidikan

Kasus pembunuhan terhadap bocah kelas IV SD inisial MAHM (9 tahun) di Kota Cilegon, Banten, masih menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwajib. Sejak kejadian pada Selasa (16/12/2025), penyidik Polres Cilegon bersama Polda Banten dan Bareskrim Mabes Polri terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sebanyak 22 orang saksi, baik dari pihak keluarga maupun non-keluarga.

Proses Penyidikan yang Masih Berlangsung

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyatakan bahwa penyidikan masih dalam proses dan belum menetapkan tersangka. "Kami sedang mencari kebenaran terkait unsur-unsur yang berkaitan dengan kasus ini," ujarnya. Meski demikian, ia tidak dapat memberikan informasi lebih lanjut karena hasil penyidikan bersifat konfidensial.

Penyidik juga telah bekerja sama dengan tim Bareskrim Mabes Polri untuk mengungkap pelaku pembunuhan bocah kelas IV SD tersebut. Tim penyidik tetap bekerja keras meskipun menghadapi beberapa kendala dalam penyelidikan.

Kendala dalam Penyelidikan

Salah satu kendala utama adalah kerusakan CCTV di rumah korban yang berada di Komplek Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS). Menurut penyidik, CCTV di lokasi kejadian rusak sejak tahun 2023. Hal ini membuat sulitnya mengumpulkan bukti visual dari kejadian tersebut.

Untuk mengatasi masalah ini, penyidik memperluas area pengecekan CCTV hingga ke rumah-rumah tetangga korban. Warga juga sangat membantu dalam memberikan informasi melalui CCTV dan kerja sama antar warga.

Selain itu, penyidik juga menghadapi kendala lain, yaitu tidak adanya petugas keamanan yang berjaga 24 jam di rumah Maman Suherman. Meskipun demikian, polisi telah memeriksa petugas keamanan lingkungan perumahan, meskipun pos mereka berada di blok yang berbeda dengan rumah korban.

Pemeriksaan Saksi dan Pengembangan Penyelidikan

Penyidik juga telah memeriksa 10 saksi tambahan, sehingga total saksi yang diperiksa mencapai 18 orang. Pemeriksaan dilakukan terhadap kolega, rekan, dan karyawan orangtua korban, mengingat Maman Suherman dikenal sebagai pengusaha sekaligus politisi.

Selain pemeriksaan saksi, penyidik juga melakukan pemeriksaan riwayat chat WhatsApp dan tes DNA untuk mengidentifikasi pelaku. Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Purnawirawan Susno Duadji, menjelaskan bahwa alat bukti saintifik seperti sidik jari dan DNA sangat penting dalam penyelidikan.

Dua ART Pulang Duluan

Sukir, satpam perumahan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, mengungkap bahwa ada dua orang asisten rumah tangga (ART) yang tinggal di rumah Maman Suherman. Namun, keduanya sudah pulang sebelum kejadian. Salah satu ART pulang pada pukul 11.00 WIB, sedangkan yang lainnya pulang sekitar pukul 14.00 WIB.

Kejadian pertama diketahui oleh ayah korban sekitar pukul 14.20 WIB setelah menerima telepon darurat dari anak keduanya, D. D yang sedang berada di rumah bersama korban meminta pertolongan dengan nada panik. Setelah mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas menuju rumah.

Kronologi Kejadian

Berikut kronologi kejadian: - Sekitar pukul 14.20 WIB, ayah korban menerima telepon darurat dari anak keduanya, D. - D sedang berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung. - Maman langsung meninggalkan tempat kerjanya dan menuju rumah. - Setibanya di rumah, ia menemukan kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di kamar dengan tubuh bersimbah darah. - Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun dinyatakan meninggal dunia. - Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban mengalami 14 luka tusukan senjata tajam. - Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian. - Pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon mendatangi lokasi kejadian.

Pihak Polres Cilegon memastikan bahwa motif kasus dugaan pembunuhan tersebut bukan karena perampokan karena tidak ada barang yang hilang di rumah korban.


0 Response to "Kapolres Cilegon Buka Suara Soal Dugaan Pembunuhan Anak H Maman dari Keluarga"

Posting Komentar