Dian Satria Santai Usai Bunuh Bos Kerupuk Palembang, 'Kito Jalani Bae'

Dian Satria Santai Usai Bunuh Bos Kerupuk Palembang, 'Kito Jalani Bae'

Penangkapan Dian Satria, Pelaku Pembunuhan Bos Kerupuk Palembang

Dian Satria (34) ditangkap setelah melakukan pembunuhan terhadap bos kerupuk Palembang, Darma Kusuma. Kejadian ini terjadi dalam aksi perampokan yang berujung pada kematian korban. Meski mengaku menyesal atas tindakannya, Dian tampak tenang dan pasrah menghadapi ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara.

Setelah kejadian tersebut, Dian kabur ke Bandung dengan modal uang Rp2 juta hasil rampokan. Uang itu digunakan untuk ongkos, makan, dan menghubungi kekasihnya. Ia mengklaim aksinya dilakukan karena kepepet ekonomi dan korban melawan saat kejadian.

Peristiwa Pembunuhan di 15 Ilir

Insiden perampokan berujung pembunuhan terjadi di ruko sekaligus rumah milik pasutri Darma Kusuma dan Yeni Suwandi di kawasan 15 Ilir Palembang. Darma Kusuma tewas dengan luka gorok di leher, sementara sang istri berhasil menyelamatkan diri meskipun juga terluka.

Kelurahan 15 Ilir adalah salah satu wilayah padat penduduk di pusat Kota Palembang. Wilayah ini dekat dengan pusat perdagangan, pasar, dan area bisnis. Akses transportasi mudah karena berada di area inti kota. Warga beragam dengan aktivitas ekonomi yang ramai, mulai dari perdagangan hingga jasa.

Tanggapan Dian Satria

Meski mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan, Dian tampak tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan. Ia hanya pasrah dan mengaku siap menjalani hukuman atas perbuatannya. Menurut Dian, perbuatannya merenggut nyawa seseorang sudah terjadi dan harus dipertanggungjawabkan.

"Memang sesuai hukumannya 20 tahun namanya bunuh orang jadi kita jalanin aja," kata Dian dengan gelagat santai.

Usai kejadian, Dian kabur ke Cimahi, Bandung. Dalam pelariannya, ia mengaku hendak menyerahkan diri. Namun, setelah kurang lebih 8 hari di kota Bandung, uang tersebut habis untuk makan, ongkos, dan menelepon pacar seorang janda di Palembang.

Hubungan dengan Kekasih

Dian sempat menghubungi kekasihnya seorang janda di Palembang, mengungkapkan kerinduan di tengah kasus kriminalnya. Sang pacar sempat syok mengetahui Dian viral menjadi pelaku pembunuhan dari perampokan sadis terhadap pengusaha kerupuk di Palembang.

"Dia pas viral cerita 'kau nih ruponyo munuh (kamu ini ternyata pembunuh), terkejut dia kan," ujar Dian menirukan ucapan kekasihnya.

Diakui Dian, ia mengaku terpaksa melakukan perampokan demi mencukupi kebutuhan kekasihnya yang berstatus janda anak satu itu. "Aku ngomong aku ini menyesal karena kepepet, lah lamo dak begawe, nak melok di dulur lah wakwek," ungkap Dian.

Kronologi Perampokan

Peristiwa perampokan berawal bulan Oktober 2025. Tersangka mengincar ruko korban karena berdasarkan pengamatannya ruko tersebut selalu sepi dan mengetahui yang keluar masuk hanya korban Darma Kusuma. Tersangka melakukan pengintaian selama kurang lebih 2 minggu, dengan mengamati waktu korban pergi dan pulang ke ruko tersebut.

Sekira pukul 19.30 wib tersangka menunggu korban pulang di Lorong sebelah ruko dengan membawa senjata tajam yang telah ia persiapkan di dalam tasnya. Saat korban pulang dengan berjalan kaki hendak membuka pintu rolling door dan pintu tersebut terbuka sedikit, dalam jarak sekitar 3 meter tersangka mendatangi korban dengan modus meminta lowongan pekerjaan.

"Pertama berpura-pura mencari atau menanyakan pekerjaan, yang kemudian seiring dengan perbuatan tersebut menimbulkan ketersinggungan dan menggunakan senjata tajam untuk mengakhiri nyawa korbannya," ujar Kapolrestabes Palembang.

Penangkapan dan Barang Bukti

Tim gabungan Subdit Jatanras Polda Sumsel dan Satreskrim Polrestabes Palembang berhasil menangkap Dian Satria di sebuah lokasi persembunyian di Kota Bandung. Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti seperti senjata tajam, pakaian korban, HP, dompet, serta alat-alat lainnya.

Atas ulahnya, tersangka terancam pasal 338 KUHP dan atau 365 ayat 3 KUHP dan atau 351 ayat 3 KUHP yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu orang luka berat.


0 Response to "Dian Satria Santai Usai Bunuh Bos Kerupuk Palembang, 'Kito Jalani Bae'"

Posting Komentar